"Gue udah punya kerjaan, jadi pegawai, dapet gaji bulanan, kenapa mesti wiraswasta lagi sih?"
Itu pertanyaan yang umum diajukan para pegawai kalo disodori ide untuk berwiraswasta. Buat pegawai yang gajinya udah cukup bahkan lebih, wiraswasta memang keliatannya cuma buang-buang energi aja. Padahal, selain untuk alasan finansial, berbisnis sendiri juga berdampak positif buat pengembangan pribadi lho!
Manfaat #1: Adaptasi Karakter
Setiap pegawai umumnya punya satu orang boss.
Beberapa pegawai yang kurang beruntung punya lebih dari satu boss.
Secara umum, hidup seorang pegawai didedikasikan untuk menjalankan satu misi utama: menyenangkan hati boss.
Kalau boss senang, mungkin beliau berkenan untuk balas menyenangkan pegawainya.
Dalam menjalankan 'misi' itu, setiap pegawai harus mendalami karakter bossnya. Dia harus berpikir, bekerja, dan bereaksi sebagaimana yang dikehendaki si boss.
Masalahnya adalah, mau nggak mau, dedikasi panjang untuk menyenangkan seorang boss, akan membentuk kepribadian si pegawai. Cara berpikir dan bekerja pegawai akan beradaptasi, dan akhirnya mengikuti cara berpikir dan bekerja bossnya.
Iya kalo bossnya pandai, bijak, dan baik hati. Gimana dengan pegawai yang bernasib sial punya boss bodoh, pandir, dan culas?
Beda ceritanya dengan para wiraswastawan. Buat mereka, misi utamanya adalah menyenangkan hati pelanggan. Dan pelanggan adalah majemuk. Ada yang pendiam, ada yang cerewet, ada yang penuntut, ada yang nrimo, ada yang royal, ada yang pelit, macem-macem.
Untuk menghadapi aneka karakter pelanggan, mau nggak mau seorang wiraswastawan mengasah kemampuannya beradaptasi. Berpikir dan bertindak secara luwes. Memperkaya pustaka karakternya.
Berwiraswasta, adalah sekolah yang baik untuk belajar beradaptasi dengan pribadi orang lain.
Masih ada manfaat lain dari wiraswasta untuk pengembangan pribadi?
Tentu dong.
Simak aja terus di kotakkue.com! :)
|